Jumat, 09 Januari 2015

Love chap 1

LOVE

Pemain : Bobby, Jinhwan, Chanwoo, Donghyuk, B.I, Junhoe, Yunhyong, Choi Hana, Kim Seohyun, Lee Jinri, Park Minyoung.

Author pov.
          Teriakan, pujian, maupun bingkisan cantik sudah menjadi aktivitas sehari hari bagi ketujuh siswa yang sedang memasuki halaman utama Seoul Internasional High School (SIHS). Bukan karena mereka pahlawan sekolah. Bukan juga karena mereka artis, penyanyi, maupun model, bahkan ketampanan mereka lebih dari ketiga profesi yang disebutkan. Mereka adalah para penguasa sekolah, sekaligus  anggota osis serta tim disipliner sekolah. Banyak para siswi yang berbuat masalah hanya karena ingin bertatap muka secara langsung dengan salah satu dari ketujuh penguasa sekolah.
          iKon, itulah nama kelompok penguasa sekolah tersebut. Sepertinya tidak lengkap bila tidak mengenalkan satu persatu anggota iKon. Pertama, ketua iKon yang berjalan paling depan menggunakan topi dengan lebel yang masih terpasang panggil saja dia B.I (Hanbin). Selanjutnya baris kedua dari kanan, siswa yang paling pendek diantara semuanya memiliki nama Jinhwan, yang ditengah dengan topi miring dan playboy di sekolah ini adalah Bobby, di samping kiri Bobby, siswa yang menggunakan kacamata sebagai fashionnya hari ini adalah Donghyuk. Kemudian di baris terakhir dari kanan, memiliki sebutan ‘manly boy’ dari  para penggemarnya bernama Junhoe, di samping kiri adalah siswa yang termuda dari ke tujuh siswa penguasa sekolah memiliki nama lengkap Jung Chanwoo, dan terakhir memiliki senyuman yang tidak akan pudar ia adalah Yunhyong.
Ketujuh namja tersebut memasuki ruangan khusus yang disediakan oleh pihak sekolah untuk mereka, setelah berusaha keras menghindari lautan kaum wanita di sekolah ini.
“Apa semua siswi di sekolah ini tidak ada kerjaan lain selain menghadang kita?” ucap Junhoe.
“Seharusnya kau bangga masih ada orang yang menyukai namja dingin sepertimu” ucap Yunhyong yang membuat kelima namja tersebut tertawa. Sedangkan Junhoe hanya memandang kesal Yunhyong.
“Hentikan tawa kalian! Aku akan membagi tugas kalian masing masing seperti biasanya” perintah leader iKon, membuat kelima namja menghentikan tawa mereka dan memandang serius B.I begitu juga dengan Junhoe dan Yunhyong.
“Jinhwan hyung, Yunhyong hyung, dan Bobby hyung seperti biasa kalian harus mengurus semua siswa maupun siswi yang membolos di jam pelajaran, Donghyuk, Junhoe, Chanwoo, serta aku akan mengurus siswa dan siswi yang berbuat onar di sekolah” instruksi tegas sang ketua. Keenam namja hanya menganggukan kepala mereka bertanda setuju atas perintah ketua.
^^^^                                                                                   
Kim Seohyun pov.
          Impian, semua orang di dunia ini pasti memiliki impian. Begitu pula dengan diriku yang memiliki impian menjadi seorang penari professional. Aku tak peduli dengan yang namanya cinta, pelajaran, dan apapun yang ada di dunia ini, hidup ku hanya ku pusatkan pada impian ku. Anggap saja aku egois, tapi masa bodoh impian ku jauh lebih penting dari segalanya.
          Ku gerakkan tubuhku mengikuti irama music yang menyala. Bel sekolah sudah berbunyi sejak 10 menit yang lalu, tapi tubuhku enggan untuk mengakhiri semua gerakan ini, ahh.. mungkin aku akan membolos hari ini, toh semua guru di sekolah ini tidak peduli karena semua pelanggaran yang menyangkut para murid disini sudah diatur oleh penguasa sekolah.
          Disaat aku sedang serius mempelajari suatu gerakan baru, tiba-tiba music berhenti dengan sendirinya. Apakah diruangan ini ada hantu? Tapi hantu mana yang bisa menyentuh peralatan keras. Sepertinya aku melupakan sesuatu, ahh aku mulai ingat dengan seseorang yang sudah aku anggap sebagai benalu di hidup ku ini. Dia adalah salah satu dari penguasa sekolah.
“Kim Seohyun, seperti biasa kau membolos pada jam pelajaran sekolah. Sudah berapa kali ku peringatkan dirimu tentang poin pelanggaran milikmu yang selalu bertambah setiap kau membolos. Apa aku harus menambah lagi poin pelanggaran milikmu?”ujarnya sambil menulis sesuatu yang ku yakin dia menulis tambahan poin pelanggaran ku.
“Kim Jinhwan, kau kira aku peduli dengan semua peringatan yang kau berikan kepadaku? Cihh, In your dream” seru ku sambil memandang tajam dia. Dan dia hanya tertawa, ku yakin kalau ada siswi yang lewat ia akan pingsan di tempat seketika, tapi aku.. tidak akan pernah tertipu dengan senyuman sok tampan miliknya.
“Aku hanya tidak ingin murid di sekolah ini memiliki kebiasaan buruk yang akan berakibat pada masa depan mereka” ujar Jinhwan masih dengan senyumannya.
“Sepertinya kau harus ingat ini. Kau hanyalah salah satu dari penguasa sekolah ini dan bukanlah penguasa dunia ini yang berhak mengatur masa depan seseorang”seru ku lantang pada dia.
“Benar kata orang, berbicara dengan orang egois memang susah. Sebaiknya aku pergi dulu dan kau segeralah kembali ke kelas masih ada jam pelajaran ke 3 dan 4” ujarnya. Dan setelah itu ia keluar meninggalkan ruangan ku ini.
“Sudah tau aku egois , tapi kenapa kau selalu menganggu ku?” seruku sambil melihat pintu yang sudah tertutup.
^^^^
Choi Hana pov.
          Banyak yang bilang pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling mematikan di dunia ini. Aku setuju dengan argument itu karena semua teman sekelas ku hanya memandang bosan papan tulis, bahkan ada yang tertidur. Sedangkan aku, aku hanya membaca buku yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelajaran paling mematikan ini. Bila kalian menganggap aku benci pada pelajaran ini, mungkin kalian salah. Aku bahkan sudah hafal semua materi pelajaran ini. Alasan kenapa aku tidak memperhatikan pelajaran ini, karena aku sudah bosan mempelajari sesuatu yang sudah ku hapal di luar kepala.
          Perhatian ku pada buku teralih ke luar jendela. Tiba-tiba perhatianku berpusat pada seseorong yang selama ini ku kagumi bisa dibilang aku juga mencintai sosok itu. Sosok itu adalah salah satu dari anggota iKon yang juga disebut playboy sekolah ini namanya Bobby. Bila banyak siswi di sekolah ini yang mempunyai alasan kenapa mereka menyukai dia, tetapi diriku tidak mempunyai alasan apapun tentang kenapa aku menyukai bahkan sampai mencintainya. Aku sadar 100% kalau aku tak pantas hanya sekedar menjadi pendamping sementara dia, dengan penampilanku yang bisa dibilang cupu ini.
          Kulihat dia sedang berbicara menggunakan bahasa tubuh pada seseorang di kelas ini. Kuedarkan pandangan ku untuk mencari sosok yang telah membuat perhatian Bobby pada salah satu siswa yang bermasalah teralihkan. Rupanya sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Yoojung kekasih Bobby. Bisa dibilang Yoojung adalah murid tercantik di kelas ini, sehingga bisa membuat seorang yang berpenampilan cool seperti Bobby menyukainya. Dibandingkan dengan penampilan ku yang nerd ini, aku jamin Bobby pasti langsung memasukkan aku ke dalam list perempuan yang tidak ingin ia ajak kencan bahkan berbicara.
“He, apakah kalau kita memandangi Yoojung terus menerus akan membuat kita menjadi cantik seperti dia?” ucap seseorang di sebelah ku yang berhasil membuyarkan lamuanan ku.
“Apa?” ujar ku.
“Kok apa sih. Kan aku tanya apakah kalau kita memandangi Yoojung terus menerus akan membuat kita menjadi cantik?” ujar kembali seseorang di sebelah ku ini. Dia adalah sahabat ku yang memiliki umur paling muda diantara kedua sahabatku yang lain. Dia juga sahabatku yang bisa dikatakan idiot, jadi kusarankan bagi kalian yang ingin berteman dekat dengannya untuk lebih menyiapkan stock kesabaran diri kalian masing-masing.
“Aku hanya tidak sengaja memandanginya” balas ku sambil ku fokuskan kembali pada buku di tangan yang sempat ku abaikan.
“Bohong itu dosa loh. Tadi aku lihat kamu terus menerus memandangi Yoojung. AHH.. apa jangan-jangan seseorang yang selama ini kamu sukai itu dia. Sungguh aku tak menyangka selama ini kau ternyata jeruk jerukan” ucap asal lagi seseorang disamping ku ini dengan ekspresi terkejutnya.
“Hahh.. Dengar Park Minyoung! aku hanya tidak sengaja melihat kearahnya tadi dan aku 1000% masih normal, jadi sebaiknya kau diam dan ikuti pelajaran ini atau kau mau disuruh mengerjakan 50 soal seperti dulu” ucap ku padanya dan langsung membuatnya kembali larut dalam urusan catat mencatat.
^^^^
Author pov.
          Jam istirahat adalah jam surga kedua bagi seluruh murid di belahan bumi ini. Sama halnya dengan seluruh murid yang ada di SIHS. Kantin yang semula sepi dan hanya ditempati oleh aroma penggoda perut sekarang menjadi sasaran empuk seluruh murid SIHS. Sepertinya bukan cuma makanan yang menjadi sasaran empuk, tapi satu meja panjang juga telah menjadi sasaran kedua setelah makanan bagi para siswi di sekolah ini. Tanpa perlu ditanya pun, kalian pasti sudah tau pemiliknya siapa. Ya, siapa lagi kalau bukan penguasa sekolah, iKon.
“Bagaimana dengan tugas kalian hari ini?” tanya leader iKon yang rupanya sudah selasai dengan urusan ‘mari kita memberi makan cacing di perut’.
“Sama seperti hari biasanya, banyak siswi yang melanggar dengan alasan yang tak masuk akal” balas Yunhyong yang diamini oleh kelima namja lainnya.
“Setidaknya kita sudah menjalankan tugas dengan benar” ucap B.I dan diangguki oleh lainnya. Oh ya, jangan lupakan teriakan para siswi disana sebagai pengiring dari seluruh gerakan bahkan juga pernafasan yang dilakukan oleh para penguasa sekolah.
          Bila seluruh siswi sibuk menjadi backsong grup iKon, lain halnya dengan meja panjang yang berada di sudut ruangan ini. Meja tersebut hanya ditempati oleh keempat siswi yang sibuk memberi makan pada cacing di perut mereka masing-masing.
“Aku bingung” ucap salah satu siswi yang bername tag Park Minyoung.
“Apa yang kau bingungkan?” tanya siswi yang bernama Choi Hana.
“Mereka siapa sih? Apa mereka artis? Atau pemain sepak bola seperti my honey Ronaldo?” ujar Minyoung.
“Kau tidak tau siapa mereka?” tanya Hana kembali dan membuat Minyoung menggelengakan kepalanya dengan keras.
“Aku hanya sering melihat mereka di kerubungi banyak orang selama 2 tahun terakhir ini dan awalnya aku kira mereka penjual makanan yang enak, jadi ya aku ikut-ikutan mengantri” ujar Minyoung kembali. Dan membuat Choi Hana sepertinya harus menambah kadar kesabarannya.
“Anggaplah mereka hanya sekumpulan orang yang sok tampan dan juga sok berkuasa disini” ucap Seohyun sambil meletakkan supit menandakan bahwa kegiatan memberi makan cacing di perut sudah selesai.
“Benarkah? Tapi menurutku mereka memang tampan dan juga mereka bukanlah orang yang berkuasa buktinya mereka tidak memakai baju kebesaran raja begitu pula dengan mahkotanya” ucap Minyoung lagi. Ketiga siswi yang lain hanya menatap iba Minyoung.
^^^^
Lee Jinri pov.
          Semua orang memiliki suatu cerita masa lalu entah itu sedih maupun senang. Begitu pula dengan diriku, Lee Jinri. Sebenarnya aku bukanlah orang yang suka mengungkit masa lalu, tapi satu kenangan yang sampai saat ini masih terus berada dalam ingatanku, suka tak suka membuatku harus selalu mengingatnya.
          Ekor mataku melihat di satu sosok yang sampai saat ini masih aku cintai. Dia adalah cinta pertama ku, Jung Chanwoo. Kenangan yang sangat jelas terukir dalam ingatanku, pada saat salju pertama turun di negara ku, dimana saat itu ia harus membuat ku berhenti menulis jalan cerita antara diriku dan dirinya pada lembaran kehidupan ini. Karena di hari itulah dia memutuskan hubungan kami secara sepihak. Sampai 3 tahun kejadian itu berlalu, aku masih tidak tau penyebab dia memutuskan hubungan kami. Dan yang paling bodohnya aku masih mengharapkan dia kembali seperti dahulu. Mungkin hanya dalam mimpi ku saja dia akan kembali, yaa setidaknya aku masih bisa merasakan perhatian dia seperti dahulu.
“Berhenti berharap pada masa lalu yang tak mungkin kembali” ucap Seohyun salah satu sahabat terdekatku. Mungkin sudah ke seribu bahkan jutaan kali dia mengatakan kalimat itu apabila aku sedang memikirkan dia.
“Aku hanya melihat keadaan sekitar” ujar ku sambil mengalihkan perhatian ku.
“Kau tak usah bohong. Kau bukanlah seorang aktris professional, Lee Jinri” ucapnya. Aku hanya menghela nafas, tak ada gunanya juga aku menyanggah ucapannya apabila yang dia katakan memang benar kenyataannya.
“Kejadian itu sudah 3 tahun berlalu, tapi kenapa kau masih tidak bisa melupakannya? Kau tak ingat dia yang mengakhiri hubungan kalian” ucap satu sahabatku yang lain bernama Hana.
“Dia adalah cinta pertamaku, banyak kenangan antara aku dan dia. Haruskah aku dengan mudah melupakannya?” ucap ku dengan jujur.
“Sekarang coba kau lihat, apakah dia masih mengingatmu?” tanya Seohyun. Ekor mata ku kembali melihat ke satu sosok yang sedang dikerubungi banyak siswi disini, tapi aku masih bisa dengan jelas melihat rupa yang masih saat ini sangat kukagumi itu.
“Aku tak yakin dia masih mengingatku” tanpa sadar aku mengucapkan kalimat itu.
“Kalau kau tak yakin dia masih mengingatmu, kenapa kau harus bersusah payah mengingatnya” ucap Seohyun yang membuat diriku sadar akan sesuatu.
‘Mungkin memang benar, aku yang terlalu bodoh masih mengingatnya dan mungkin dia sudah membuang semua kenangan kita’ batin ku sambil memandang sedih kearahnya.
^^^^
Author pov.
          Berdasarkan survey yang dilakukan oleh para pengamat sosial, membuktikan bahwa rata-rata para pelajar di seluruh belahan bumi ini sangat menyukai saat bel pulang sekolah berbunyi. Dan itu terbukti oleh salah satu siswi bernama Park Minyoung yang berteriak keras saat bel sekolah berdendang di kedua telinganya. Kelakuan Minyoung mampu membuat seluruh teman sekelasnya menambahkan dia kedalam orang yang ingin mereka bunuh bila hukum tidak ditegakkan di negara ini.
“Diamlah, Park Minyoung! Kau tak lihat seluruh anak disini menatap mu dengan tatapan membunuh” ucap teman sebangku Minyoung sekaligus salah satu sahabatnya Choi Hana.
“I don’t care. Kau tak tau aku baru saja melewati ujian yang sangat berat dan sekarang waktunya aku bertemu dengan selingkuhanku” ucap antusias Minyoung.
“Selingkuhan? Siapa?” tanya Jinri yang sudah berada di samping Hana.
“G dragon” jawab Hana.
“Choi Hana, kau memang sahabat ku yang paling tau segalanya tentang ku, aku jadi terharu” seru Minyoung sambil menatap haru Hana. Sedangkan Hana hanya menghela nafas panjang. Dan Jinri hanya menatap iba pada Hana.
“Aku pulang duluan. Bye bye semuanya, jangan kangen diriku yaa” ucap Minyoung sambil memeluk kedua sahabatnya itu lalu pergi meninggalkan kelas yang hampir sepi.
^^^^
Park Minyoung pov.
          Lihatlah bangunan yang berdiri megah itu. Kalian tau, disana didalam sana di salah satu ruangan disana ada seseorang yang sangat kucintai. Sayangnya tuhan belum mau mempertemukan aku secara langsung dengan dia. Tapi aku Park Minyoung selalu percaya bahwa ini semua ujian yang aku lewati dan pasti akan indah pada waktunya, yaa indah pada waktunya.
          Tidak seperti hari biasanya, hanya aku yang berdiri sendiri disini. Mungkin mereka sudah lelah menunggu sesuatu yang tak pasti. Ah dasar, sifat manusia yang gampang menyerah, untung aku bukan tergolong tipe manusia seperti itu.
“Hey, apa yang kau lakukan disini?” tanya seseorang yang ku duga dia adalah seorang pria, sambil menepuk bahu ku. Sentuhan seseorang tadi membuatku menoleh kearah samping. Dan aku melihat seorang pria yang memakai seragam sekolah sama seperti ku. Bila dilihat dari seragamnya dia berasal dari satu sekolah yang sama dengan ku. Tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya?
“Aku?” tanya ku pada pria di hadapanku ini. Dia hanya mengangguk bertanda íya’.
“Ohh.. aku menunggu pujaan hati ku” jawab ku. Kulihat dia mengerutkan dahinya.
“Pujaan hati?” tanya dia lagi.
“Iya” jawab ku. Entah kenapa aku merasa dia seperti sedikit kecewa mendengar ucapan ku tadi.
“Ohh seperti itu. Kita belum berkenalan. Namaku Kang Donghyuk dan aku satu sekolah dengan mu” ucapnya sambil mengangkat tangan kanannya, seolah mengajakku untuk menjabat tangan kekar itu.
“Namaku Park Minyoung. Apakah kau anak baru? aku tidak pernah melihatmu sebelumnya di sekolah” seru ku sambil menjabat tangan kekar namun terasa hangat bagiku.
“Aku bukan anak baru” ucapnya sambil tersenyum.
“Maafkan aku. Aku memang jarang keluar kelas kalau tidak bersama sahabat ku hehehe” ucap ku jujur sambil melepas jabatan tangan itu.
“Tidak apa-apa. Kalau boleh tau, siapa pujaan hatimu yang kau tunggu?” tanyanya sambil menatap ku dalam.
“G dragon aka leader Big Bang aka pujaan hatiku” seru ku lantang sambil tersenyum lebar.
“Benarkah?” tanyanya lagi. Aku hanya menganggukan kepala ku bertanda ‘iya’. Setelah itu kulihat dia tersenyum lebar sama seperti diriku 1 menit yang lalu.
“Kalau begitu, kenapa tidak kau masuk kedalam dan temui dia?” tanyanya lagi. Ku simpulkan dia tipe orang kepo tingkat akut.
“Kalau aku masuk disana pasti langsung dibuang ke madagaskar oleh orang-orang yang berbadan kekar itu” jawab ku sambil melihat petugas keamanan.
“Aku bisa membantu mu masuk ke dalam dan bertemu dengan dia” ucapnya langsung membuatku berpaling ke dia.
“Benarkah?” tanya ku dengan langtang. Memikirkan aku bisa masuk disana dan bertemu langsung dengan GD saja sudah membuatku hampir pingsan apalagi kalau nyata.
“Iya. Ayahku adalah salah satu pemilik saham terbesar di perusahaan ini jadi aku bisa keluar masuk dari bangunan itu” jawabnya.

“Aku mohon bawalah aku kesana, kau kan baik dan tampan. Aku mohonn”ucapku sambil memberi tatapan aegyo yang ku pelajari.
 “Tapi ada syaratnya” ucapnya.
“Apapun syaratnya aku tak peduli termasuk harus lompat dari gedung itu, asalkan bisa bertemu GD” ujar ku jujur padanya. Kulihat dia tersenyum misterius.
“Baiklah, syaratnya kau harus mau berkencan denganku” serunya. Berkencan dengannya? Bahkan menikah dengannya pun aku mau. Ayolah siapa yang bisa menolak lamaran pria tampan ini.
“Ok, Deal” ucap ku dengan tersenyum. Sedangkan dia masih tersenyum misterius.
^^^^
Author pov.
          Bila di hari biasanya banyak teriakan penuh kebanggaan para siswi SIHS untuk penguasa sekolah, namun sepertinya teriakan hari ini berubah menjadi teriakan kekecewaan. Alasannya tak lain dan tak bukan karena satu dari ketujuh penguasa sekolah sedang berjalan dengan santainya memasuki halaman sekolah sambil menggandeng sesosok wanita. Penguasa sekolah tersebut adalah Kang Donghyuk sedangkan wanita beruntung itu bernama Park Minyoung.
          Banyak siswi terutama para penggemar Donghyuk yang menangis melihat adegan tersebut. Lain halnya dengan kedua objek yang menjadi pusat perhatian. Donghyuk seperti biasanya hanya tersenyum menawan sedangkan Minyoung tersenyum polos tanpa dosa.
^^^^
Kang Donghyuk pov.
          Banyak hari bahagia dalam hidup ku, tetapi tidak ada yang lebih special dari hari ini. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bisa menggandeng wanita yang selama ini ku sukai dan beranjak menjadi wanita yang ku cintai. Bisa dibilang aku adalah tokoh jahat disini. Karena aku mengajak kencan dia sebagai syarat agar dia bisa bertemu dengan idolanya melalui bantuanku. Tapi masa bodohlah, kupastikan dia akan berbalik mencintai ku seperti aku mencintainya.
“Kenapa mereka pada memandangi kita seperti itu? Apa mereka tidak pernah melihat orang bergandengan?” tanya wanita disampingku dengan ekspresi lugu miliknya. Inilah salah satu alasan ku menyukainya.
“Mungkin. Nah kita sudah sampai di kelasmu. Nanti aku akan menjemput mu waktu istirahat” ucap ku sambil menghadap kearahnya.
“Oke. Jangan telat ya, nanti aku kehabisan strawberry cake” ucapnya. Strawberry cake memang menjadi makanan favoritenya dan aku sudah lama mengetahui hal itu.
“Tidak akan. Sekarang masuklah kedalam dan belajarlah dengan serius” ujar ku sambil membelai rambutnya yang sangat halus itu. Dan kelakuan ku tadi berhasil membuat siswi disini berteriak lebih heboh lagi.
“Kau seperti mama ku saja. Lebih baik kau segeralah pergi ke kelas mu agar tidak terlambat” sarannya yang tanpa sabar membuat ku tersenyum.
“Baiklah calon mama” ucap ku sambil melepas genggaman tangan kita berdua.
“Aku adalah wanita dan bisa dipastikan aku adalah calon mama” ucapnya sambil mempautkan bibirnya. Kelakuannya membuat ku tertawa.
“Hahaha.. I know. Baiklah, Aku pergi dulu” ucap ku dan setelah itu aku beranjak pergi menuju ke ruangan pribadi iKon. Belum beberapa lama aku melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu, aku mendengar seruan suara yang membuat ku tersenyum bahagia.
“Donghyuk, sampai ketemu nanti. Bye.. Bye..” seru Minyoung.
^^^^
“Menikmati kencan, Bro” ucap seseorang yang kuyakini dia Yunhyong hyung setelah aku menutup pintu ruangan pribadi iKon.
“Sangat” ujar ku sambil beranjak menuju sofa. 
“Kau satu langkah lebih dulu dari pada mereka, Bro” ucap Junhoe.
“Pastinya hahaha” ucap ku sambil tertawa.
“Donghyuk, bantulah mereka. Aku kasihan melihat mereka menderita terus menerus” ujar B.I dan membuat semuanya tertawa kecuali ketiga sahabat ku yang hanya memandang kesal.
“Tenang. Aku sudah menyusun ide untuk mendekatkan mereka semua kepada sang pujaan hati mereka masing-masing” ucap ku sambil tersenyum bahagia. Ketiga sahabat ku langsung tertawa sedangkan ketiga sahabat ku yang lain makin memandang kesal kearah kami bertiga.
TBC..








1 komentar:

  1. Ini sambungan ff nya yah thor..
    Kece abis ff nya.. Lanjut dong
    Next part nya jan lama2 yah.. Ditunngu kelanjutannya
    Keep writing thor 😊

    BalasHapus