LOVE
Pemain : Bobby, Jinhwan, Chanwoo, Donghyuk, B.I,
Junhoe, Yunhyong, Choi Hana, Kim Seohyun, Lee Jinri, Park Minyoung.
Author pov.
Teriakan,
pujian, maupun bingkisan cantik sudah menjadi aktivitas sehari hari bagi
ketujuh siswa yang sedang memasuki halaman utama Seoul Internasional High
School (SIHS). Bukan karena mereka pahlawan sekolah. Bukan juga karena mereka
artis, penyanyi, maupun model, bahkan ketampanan mereka lebih dari ketiga
profesi yang disebutkan. Mereka adalah para penguasa sekolah, sekaligus anggota osis serta tim disipliner sekolah.
Banyak para siswi yang berbuat masalah hanya karena ingin bertatap muka secara
langsung dengan salah satu dari ketujuh penguasa sekolah.
iKon,
itulah nama kelompok penguasa sekolah tersebut. Sepertinya tidak lengkap bila tidak
mengenalkan satu persatu anggota iKon. Pertama, ketua iKon yang berjalan paling
depan menggunakan topi dengan lebel yang masih terpasang panggil saja dia B.I
(Hanbin). Selanjutnya baris kedua dari kanan, siswa yang paling pendek diantara
semuanya memiliki nama Jinhwan, yang ditengah dengan topi miring dan playboy di
sekolah ini adalah Bobby, di samping kiri Bobby, siswa yang menggunakan
kacamata sebagai fashionnya hari ini adalah Donghyuk. Kemudian di baris
terakhir dari kanan, memiliki sebutan ‘manly boy’ dari para penggemarnya bernama Junhoe, di samping
kiri adalah siswa yang termuda dari ke tujuh siswa penguasa sekolah memiliki
nama lengkap Jung Chanwoo, dan terakhir memiliki senyuman yang tidak akan pudar
ia adalah Yunhyong.
Ketujuh namja
tersebut memasuki ruangan khusus yang disediakan oleh pihak sekolah untuk
mereka, setelah berusaha keras menghindari lautan kaum wanita di sekolah ini.
“Apa semua siswi di sekolah ini tidak ada kerjaan
lain selain menghadang kita?” ucap Junhoe.
“Seharusnya kau bangga masih ada orang yang
menyukai namja dingin sepertimu” ucap Yunhyong yang membuat kelima namja
tersebut tertawa. Sedangkan Junhoe hanya memandang kesal Yunhyong.
“Hentikan tawa kalian! Aku akan membagi tugas
kalian masing masing seperti biasanya” perintah leader iKon, membuat kelima
namja menghentikan tawa mereka dan memandang serius B.I begitu juga dengan
Junhoe dan Yunhyong.
“Jinhwan hyung, Yunhyong hyung, dan Bobby hyung
seperti biasa kalian harus mengurus semua siswa maupun siswi yang membolos di
jam pelajaran, Donghyuk, Junhoe, Chanwoo, serta aku akan mengurus siswa dan
siswi yang berbuat onar di sekolah” instruksi tegas sang ketua. Keenam namja hanya
menganggukan kepala mereka bertanda setuju atas perintah ketua.
^^^^
Kim Seohyun pov.
Impian,
semua orang di dunia ini pasti memiliki impian. Begitu pula dengan diriku yang
memiliki impian menjadi seorang penari professional. Aku tak peduli dengan yang
namanya cinta, pelajaran, dan apapun yang ada di dunia ini, hidup ku hanya ku
pusatkan pada impian ku. Anggap saja aku egois, tapi masa bodoh impian ku jauh
lebih penting dari segalanya.
Ku
gerakkan tubuhku mengikuti irama music yang menyala. Bel sekolah sudah berbunyi
sejak 10 menit yang lalu, tapi tubuhku enggan untuk mengakhiri semua gerakan
ini, ahh.. mungkin aku akan membolos hari ini, toh semua guru di sekolah ini
tidak peduli karena semua pelanggaran yang menyangkut para murid disini sudah
diatur oleh penguasa sekolah.
Disaat
aku sedang serius mempelajari suatu gerakan baru, tiba-tiba music berhenti
dengan sendirinya. Apakah diruangan ini ada hantu? Tapi hantu mana yang bisa
menyentuh peralatan keras. Sepertinya aku melupakan sesuatu, ahh aku mulai
ingat dengan seseorang yang sudah aku anggap sebagai benalu di hidup ku ini.
Dia adalah salah satu dari penguasa sekolah.
“Kim Seohyun, seperti biasa kau membolos pada jam
pelajaran sekolah. Sudah berapa kali ku peringatkan dirimu tentang poin
pelanggaran milikmu yang selalu bertambah setiap kau membolos. Apa aku harus
menambah lagi poin pelanggaran milikmu?”ujarnya sambil menulis sesuatu yang ku
yakin dia menulis tambahan poin pelanggaran ku.
“Kim Jinhwan, kau kira aku peduli dengan semua
peringatan yang kau berikan kepadaku? Cihh, In your dream” seru ku sambil
memandang tajam dia. Dan dia hanya tertawa, ku yakin kalau ada siswi yang lewat
ia akan pingsan di tempat seketika, tapi aku.. tidak akan pernah tertipu dengan
senyuman sok tampan miliknya.
“Aku hanya tidak ingin murid di sekolah ini
memiliki kebiasaan buruk yang akan berakibat pada masa depan mereka” ujar Jinhwan
masih dengan senyumannya.
“Sepertinya kau harus ingat ini. Kau hanyalah
salah satu dari penguasa sekolah ini dan bukanlah penguasa dunia ini yang
berhak mengatur masa depan seseorang”seru ku lantang pada dia.
“Benar kata orang, berbicara dengan orang egois
memang susah. Sebaiknya aku pergi dulu dan kau segeralah kembali ke kelas masih
ada jam pelajaran ke 3 dan 4” ujarnya. Dan setelah itu ia keluar meninggalkan
ruangan ku ini.
“Sudah tau aku egois , tapi kenapa kau selalu
menganggu ku?” seruku sambil melihat pintu yang sudah tertutup.
^^^^
Choi Hana pov.
Banyak
yang bilang pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling mematikan di
dunia ini. Aku setuju dengan argument itu karena semua teman sekelas ku hanya
memandang bosan papan tulis, bahkan ada yang tertidur. Sedangkan aku, aku hanya
membaca buku yang tidak ada sangkut pautnya dengan pelajaran paling mematikan
ini. Bila kalian menganggap aku benci pada pelajaran ini, mungkin kalian salah.
Aku bahkan sudah hafal semua materi pelajaran ini. Alasan kenapa aku tidak
memperhatikan pelajaran ini, karena aku sudah bosan mempelajari sesuatu yang
sudah ku hapal di luar kepala.
Perhatian
ku pada buku teralih ke luar jendela. Tiba-tiba perhatianku berpusat pada
seseorong yang selama ini ku kagumi bisa dibilang aku juga mencintai sosok itu.
Sosok itu adalah salah satu dari anggota iKon yang juga disebut playboy sekolah
ini namanya Bobby. Bila banyak siswi di sekolah ini yang mempunyai alasan
kenapa mereka menyukai dia, tetapi diriku tidak mempunyai alasan apapun tentang
kenapa aku menyukai bahkan sampai mencintainya. Aku sadar 100% kalau aku tak
pantas hanya sekedar menjadi pendamping sementara dia, dengan penampilanku yang
bisa dibilang cupu ini.
Kulihat
dia sedang berbicara menggunakan bahasa tubuh pada seseorang di kelas ini.
Kuedarkan pandangan ku untuk mencari sosok yang telah membuat perhatian Bobby
pada salah satu siswa yang bermasalah teralihkan. Rupanya sosok itu tak lain
dan tak bukan adalah Yoojung kekasih Bobby. Bisa dibilang Yoojung adalah murid
tercantik di kelas ini, sehingga bisa membuat seorang yang berpenampilan cool
seperti Bobby menyukainya. Dibandingkan dengan penampilan ku yang nerd ini, aku
jamin Bobby pasti langsung memasukkan aku ke dalam list perempuan yang tidak
ingin ia ajak kencan bahkan berbicara.
“He, apakah kalau kita memandangi Yoojung terus
menerus akan membuat kita menjadi cantik seperti dia?” ucap seseorang di
sebelah ku yang berhasil membuyarkan lamuanan ku.
“Apa?” ujar ku.
“Kok apa sih. Kan aku tanya apakah kalau kita
memandangi Yoojung terus menerus akan membuat kita menjadi cantik?” ujar
kembali seseorang di sebelah ku ini. Dia adalah sahabat ku yang memiliki umur
paling muda diantara kedua sahabatku yang lain. Dia juga sahabatku yang bisa
dikatakan idiot, jadi kusarankan bagi kalian yang ingin berteman dekat
dengannya untuk lebih menyiapkan stock kesabaran diri kalian masing-masing.
“Aku hanya tidak sengaja memandanginya” balas ku
sambil ku fokuskan kembali pada buku di tangan yang sempat ku abaikan.
“Bohong itu dosa loh. Tadi aku lihat kamu terus
menerus memandangi Yoojung. AHH.. apa jangan-jangan seseorang yang selama ini
kamu sukai itu dia. Sungguh aku tak menyangka selama ini kau ternyata jeruk
jerukan” ucap asal lagi seseorang disamping ku ini dengan ekspresi terkejutnya.
“Hahh.. Dengar Park Minyoung! aku hanya tidak
sengaja melihat kearahnya tadi dan aku 1000% masih normal, jadi sebaiknya kau
diam dan ikuti pelajaran ini atau kau mau disuruh mengerjakan 50 soal seperti
dulu” ucap ku padanya dan langsung membuatnya kembali larut dalam urusan catat
mencatat.
^^^^
Author pov.
Jam
istirahat adalah jam surga kedua bagi seluruh murid di belahan bumi ini. Sama
halnya dengan seluruh murid yang ada di SIHS. Kantin yang semula sepi dan hanya
ditempati oleh aroma penggoda perut sekarang menjadi sasaran empuk seluruh
murid SIHS. Sepertinya bukan cuma makanan yang menjadi sasaran empuk, tapi satu
meja panjang juga telah menjadi sasaran kedua setelah makanan bagi para siswi
di sekolah ini. Tanpa perlu ditanya pun, kalian pasti sudah tau pemiliknya
siapa. Ya, siapa lagi kalau bukan penguasa sekolah, iKon.
“Bagaimana dengan tugas kalian hari ini?” tanya
leader iKon yang rupanya sudah selasai dengan urusan ‘mari kita memberi makan
cacing di perut’.
“Sama seperti hari biasanya, banyak siswi yang
melanggar dengan alasan yang tak masuk akal” balas Yunhyong yang diamini oleh
kelima namja lainnya.
“Setidaknya kita sudah menjalankan tugas dengan
benar” ucap B.I dan diangguki oleh lainnya. Oh ya, jangan lupakan teriakan para
siswi disana sebagai pengiring dari seluruh gerakan bahkan juga pernafasan yang
dilakukan oleh para penguasa sekolah.
Bila
seluruh siswi sibuk menjadi backsong grup iKon, lain halnya dengan meja panjang
yang berada di sudut ruangan ini. Meja tersebut hanya ditempati oleh keempat
siswi yang sibuk memberi makan pada cacing di perut mereka masing-masing.
“Aku bingung” ucap salah satu siswi yang bername
tag Park Minyoung.
“Apa yang kau bingungkan?” tanya siswi yang
bernama Choi Hana.
“Mereka siapa sih? Apa mereka artis? Atau pemain
sepak bola seperti my honey Ronaldo?” ujar Minyoung.
“Kau tidak tau siapa mereka?” tanya Hana kembali
dan membuat Minyoung menggelengakan kepalanya dengan keras.
“Aku hanya sering melihat mereka di kerubungi
banyak orang selama 2 tahun terakhir ini dan awalnya aku kira mereka penjual
makanan yang enak, jadi ya aku ikut-ikutan mengantri” ujar Minyoung kembali.
Dan membuat Choi Hana sepertinya harus menambah kadar kesabarannya.
“Anggaplah mereka hanya sekumpulan orang yang sok
tampan dan juga sok berkuasa disini” ucap Seohyun sambil meletakkan supit
menandakan bahwa kegiatan memberi makan cacing di perut sudah selesai.
“Benarkah? Tapi menurutku mereka memang tampan dan
juga mereka bukanlah orang yang berkuasa buktinya mereka tidak memakai baju
kebesaran raja begitu pula dengan mahkotanya” ucap Minyoung lagi. Ketiga siswi
yang lain hanya menatap iba Minyoung.
^^^^
Lee Jinri pov.
Semua
orang memiliki suatu cerita masa lalu entah itu sedih maupun senang. Begitu
pula dengan diriku, Lee Jinri. Sebenarnya aku bukanlah orang yang suka
mengungkit masa lalu, tapi satu kenangan yang sampai saat ini masih terus
berada dalam ingatanku, suka tak suka membuatku harus selalu mengingatnya.
Ekor
mataku melihat di satu sosok yang sampai saat ini masih aku cintai. Dia adalah
cinta pertama ku, Jung Chanwoo. Kenangan yang sangat jelas terukir dalam
ingatanku, pada saat salju pertama turun di negara ku, dimana saat itu ia harus
membuat ku berhenti menulis jalan cerita antara diriku dan dirinya pada
lembaran kehidupan ini. Karena di hari itulah dia memutuskan hubungan kami
secara sepihak. Sampai 3 tahun kejadian itu berlalu, aku masih tidak tau
penyebab dia memutuskan hubungan kami. Dan yang paling bodohnya aku masih
mengharapkan dia kembali seperti dahulu. Mungkin hanya dalam mimpi ku saja dia akan
kembali, yaa setidaknya aku masih bisa merasakan perhatian dia seperti dahulu.
“Berhenti berharap pada masa lalu yang tak mungkin
kembali” ucap Seohyun salah satu sahabat terdekatku. Mungkin sudah ke seribu
bahkan jutaan kali dia mengatakan kalimat itu apabila aku sedang memikirkan dia.
“Aku hanya melihat keadaan sekitar” ujar ku sambil
mengalihkan perhatian ku.
“Kau tak usah bohong. Kau bukanlah seorang aktris
professional, Lee Jinri” ucapnya. Aku hanya menghela nafas, tak ada gunanya
juga aku menyanggah ucapannya apabila yang dia katakan memang benar
kenyataannya.
“Kejadian itu sudah 3 tahun berlalu, tapi kenapa
kau masih tidak bisa melupakannya? Kau tak ingat dia yang mengakhiri hubungan
kalian” ucap satu sahabatku yang lain bernama Hana.
“Dia adalah cinta pertamaku, banyak kenangan
antara aku dan dia. Haruskah aku dengan mudah melupakannya?” ucap ku dengan
jujur.
“Sekarang coba kau lihat, apakah dia masih
mengingatmu?” tanya Seohyun. Ekor mata ku kembali melihat ke satu sosok yang
sedang dikerubungi banyak siswi disini, tapi aku masih bisa dengan jelas
melihat rupa yang masih saat ini sangat kukagumi itu.
“Aku tak yakin dia masih mengingatku” tanpa sadar
aku mengucapkan kalimat itu.
“Kalau kau tak yakin dia masih mengingatmu, kenapa
kau harus bersusah payah mengingatnya” ucap Seohyun yang membuat diriku sadar
akan sesuatu.
‘Mungkin memang benar, aku yang terlalu bodoh
masih mengingatnya dan mungkin dia sudah membuang semua kenangan kita’ batin ku
sambil memandang sedih kearahnya.
^^^^
Author pov.
Berdasarkan survey yang dilakukan oleh
para pengamat sosial, membuktikan bahwa rata-rata para pelajar di seluruh
belahan bumi ini sangat menyukai saat bel pulang sekolah berbunyi. Dan itu
terbukti oleh salah satu siswi bernama Park Minyoung yang berteriak keras saat
bel sekolah berdendang di kedua telinganya. Kelakuan Minyoung mampu membuat
seluruh teman sekelasnya menambahkan dia kedalam orang yang ingin mereka bunuh
bila hukum tidak ditegakkan di negara ini.
“Diamlah, Park Minyoung! Kau tak lihat seluruh
anak disini menatap mu dengan tatapan membunuh” ucap teman sebangku Minyoung
sekaligus salah satu sahabatnya Choi Hana.
“I don’t care. Kau tak tau aku baru saja melewati
ujian yang sangat berat dan sekarang waktunya aku bertemu dengan selingkuhanku”
ucap antusias Minyoung.
“Selingkuhan? Siapa?” tanya Jinri yang sudah
berada di samping Hana.
“G dragon” jawab Hana.
“Choi Hana, kau memang sahabat ku yang paling tau
segalanya tentang ku, aku jadi terharu” seru Minyoung sambil menatap haru Hana.
Sedangkan Hana hanya menghela nafas panjang. Dan Jinri hanya menatap iba pada
Hana.
“Aku pulang duluan. Bye bye semuanya, jangan
kangen diriku yaa” ucap Minyoung sambil memeluk kedua sahabatnya itu lalu pergi
meninggalkan kelas yang hampir sepi.
^^^^
Park Minyoung pov.
Lihatlah
bangunan yang berdiri megah itu. Kalian tau, disana didalam sana di salah satu
ruangan disana ada seseorang yang sangat kucintai. Sayangnya tuhan belum mau
mempertemukan aku secara langsung dengan dia. Tapi aku Park Minyoung selalu
percaya bahwa ini semua ujian yang aku lewati dan pasti akan indah pada
waktunya, yaa indah pada waktunya.
Tidak
seperti hari biasanya, hanya aku yang berdiri sendiri disini. Mungkin mereka
sudah lelah menunggu sesuatu yang tak pasti. Ah dasar, sifat manusia yang
gampang menyerah, untung aku bukan tergolong tipe manusia seperti itu.
“Hey, apa yang kau lakukan disini?” tanya seseorang
yang ku duga dia adalah seorang pria, sambil menepuk bahu ku. Sentuhan
seseorang tadi membuatku menoleh kearah samping. Dan aku melihat seorang pria
yang memakai seragam sekolah sama seperti ku. Bila dilihat dari seragamnya dia
berasal dari satu sekolah yang sama dengan ku. Tapi kenapa aku tidak pernah
melihatnya?
“Aku?” tanya ku pada pria di hadapanku ini. Dia
hanya mengangguk bertanda íya’.
“Ohh.. aku menunggu pujaan hati ku” jawab ku.
Kulihat dia mengerutkan dahinya.
“Pujaan hati?” tanya dia lagi.
“Iya” jawab ku. Entah kenapa aku merasa dia
seperti sedikit kecewa mendengar ucapan ku tadi.
“Ohh seperti itu. Kita belum berkenalan. Namaku
Kang Donghyuk dan aku satu sekolah dengan mu” ucapnya sambil mengangkat tangan
kanannya, seolah mengajakku untuk menjabat tangan kekar itu.
“Namaku Park Minyoung. Apakah kau anak baru? aku
tidak pernah melihatmu sebelumnya di sekolah” seru ku sambil menjabat tangan
kekar namun terasa hangat bagiku.
“Aku bukan anak baru” ucapnya sambil tersenyum.
“Maafkan aku. Aku memang jarang keluar kelas kalau
tidak bersama sahabat ku hehehe” ucap ku jujur sambil melepas jabatan tangan
itu.
“Tidak apa-apa. Kalau boleh tau, siapa pujaan
hatimu yang kau tunggu?” tanyanya sambil menatap ku dalam.
“G dragon aka leader Big Bang aka pujaan hatiku”
seru ku lantang sambil tersenyum lebar.
“Benarkah?” tanyanya lagi. Aku hanya menganggukan
kepala ku bertanda ‘iya’. Setelah itu kulihat dia tersenyum lebar sama seperti
diriku 1 menit yang lalu.
“Kalau begitu, kenapa tidak kau masuk kedalam dan
temui dia?” tanyanya lagi. Ku simpulkan dia tipe orang kepo tingkat akut.
“Kalau aku masuk disana pasti langsung dibuang ke
madagaskar oleh orang-orang yang berbadan kekar itu” jawab ku sambil melihat
petugas keamanan.
“Aku bisa membantu mu masuk ke dalam dan bertemu
dengan dia” ucapnya langsung membuatku berpaling ke dia.
“Benarkah?” tanya ku dengan langtang. Memikirkan
aku bisa masuk disana dan bertemu langsung dengan GD saja sudah membuatku
hampir pingsan apalagi kalau nyata.
“Iya. Ayahku adalah salah satu pemilik saham
terbesar di perusahaan ini jadi aku bisa keluar masuk dari bangunan itu”
jawabnya.
“Aku mohon bawalah aku kesana, kau kan baik dan
tampan. Aku mohonn”ucapku sambil memberi tatapan aegyo yang ku pelajari.
“Apapun syaratnya aku tak peduli termasuk harus
lompat dari gedung itu, asalkan bisa bertemu GD” ujar ku jujur padanya. Kulihat
dia tersenyum misterius.
“Baiklah, syaratnya kau harus mau berkencan
denganku” serunya. Berkencan dengannya? Bahkan menikah dengannya pun aku mau.
Ayolah siapa yang bisa menolak lamaran pria tampan ini.
“Ok, Deal” ucap ku dengan tersenyum. Sedangkan dia
masih tersenyum misterius.
^^^^
Author pov.
Bila
di hari biasanya banyak teriakan penuh kebanggaan para siswi SIHS untuk
penguasa sekolah, namun sepertinya teriakan hari ini berubah menjadi teriakan
kekecewaan. Alasannya tak lain dan tak bukan karena satu dari ketujuh penguasa
sekolah sedang berjalan dengan santainya memasuki halaman sekolah sambil
menggandeng sesosok wanita. Penguasa sekolah tersebut adalah Kang Donghyuk
sedangkan wanita beruntung itu bernama Park Minyoung.
Banyak
siswi terutama para penggemar Donghyuk yang menangis melihat adegan tersebut.
Lain halnya dengan kedua objek yang menjadi pusat perhatian. Donghyuk seperti
biasanya hanya tersenyum menawan sedangkan Minyoung tersenyum polos tanpa dosa.
^^^^
Kang Donghyuk pov.
Banyak
hari bahagia dalam hidup ku, tetapi tidak ada yang lebih special dari hari ini.
Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku bisa menggandeng wanita yang selama
ini ku sukai dan beranjak menjadi wanita yang ku cintai. Bisa dibilang aku
adalah tokoh jahat disini. Karena aku mengajak kencan dia sebagai syarat agar
dia bisa bertemu dengan idolanya melalui bantuanku. Tapi masa bodohlah,
kupastikan dia akan berbalik mencintai ku seperti aku mencintainya.
“Kenapa mereka pada memandangi kita seperti itu?
Apa mereka tidak pernah melihat orang bergandengan?” tanya wanita disampingku
dengan ekspresi lugu miliknya. Inilah salah satu alasan ku menyukainya.
“Mungkin. Nah kita sudah sampai di kelasmu. Nanti
aku akan menjemput mu waktu istirahat” ucap ku sambil menghadap kearahnya.
“Oke. Jangan telat ya, nanti aku kehabisan
strawberry cake” ucapnya. Strawberry cake memang menjadi makanan favoritenya
dan aku sudah lama mengetahui hal itu.
“Tidak akan. Sekarang masuklah kedalam dan
belajarlah dengan serius” ujar ku sambil membelai rambutnya yang sangat halus
itu. Dan kelakuan ku tadi berhasil membuat siswi disini berteriak lebih heboh
lagi.
“Kau seperti mama ku saja. Lebih baik kau segeralah
pergi ke kelas mu agar tidak terlambat” sarannya yang tanpa sabar membuat ku
tersenyum.
“Baiklah calon mama” ucap ku sambil melepas
genggaman tangan kita berdua.
“Aku adalah wanita dan bisa dipastikan aku adalah
calon mama” ucapnya sambil mempautkan bibirnya. Kelakuannya membuat ku tertawa.
“Hahaha.. I know. Baiklah, Aku pergi dulu” ucap ku
dan setelah itu aku beranjak pergi menuju ke ruangan pribadi iKon. Belum
beberapa lama aku melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu, aku mendengar seruan
suara yang membuat ku tersenyum bahagia.
“Donghyuk, sampai ketemu nanti. Bye.. Bye..” seru
Minyoung.
^^^^
“Menikmati kencan, Bro” ucap seseorang yang
kuyakini dia Yunhyong hyung setelah aku menutup pintu ruangan pribadi iKon.
“Sangat” ujar ku sambil beranjak menuju sofa.
“Kau satu langkah lebih dulu dari pada mereka,
Bro” ucap Junhoe.
“Pastinya hahaha” ucap ku sambil tertawa.
“Donghyuk, bantulah mereka. Aku kasihan melihat
mereka menderita terus menerus” ujar B.I dan membuat semuanya tertawa kecuali
ketiga sahabat ku yang hanya memandang kesal.
“Tenang. Aku sudah menyusun ide untuk mendekatkan
mereka semua kepada sang pujaan hati mereka masing-masing” ucap ku sambil
tersenyum bahagia. Ketiga sahabat ku langsung tertawa sedangkan ketiga sahabat
ku yang lain makin memandang kesal kearah kami bertiga.
TBC..
Ini sambungan ff nya yah thor..
BalasHapusKece abis ff nya.. Lanjut dong
Next part nya jan lama2 yah.. Ditunngu kelanjutannya
Keep writing thor 😊