LOVE
Pemain : Bobby,
Jinhwan, Chanwoo, Donghyuk, B.I, Junhoe, Yunhyong, Choi Hana, Kim Seohyun, Lee
Jinri, Park Minyoung.
Author pov.
Surga dunia, kalimat yang tepat untuk
menggambarkan keadaan seluruh murid yang bersekolah di SIHS ini. Pengumuman
beberapa menit yang lalu, mampu membuat seluruh koridor dan kelas di sekolah
ini bergonjang akibat teriakan bahagia semua murid disini. Sedikit lebay,
itulah yang ada dipikiran anda. Tapi apakah kalian tidak bahagia bila mendengar
pengumuman bahwa seluruh guru mengadakan rapat sampai jam istirahat usai?
Pastinya kalian akan mengikuti kelakuan murid SIHS ini.
Kesempatan
emas ini tentu tidak disia-siakan oleh seluruh murid SIHS. Buktinya banyak
kelas yang bisa dibilang tidak berpenghuni. Seluruh murid lebih memilih untuk
keluar kelas merasakan oksigen kebebasan mereka, daripada merasakan oksigen
yang membuat seluruh syaraf mereka menegang. Tapi bila dilihat satu dari sekian
banyak kelas yang ada di SIHS, sepertinya hal itu tidak berlaku bagi ketiga
siswi yang sedang duduk dengan saling berhadap-hadapan ini.
“Minyoung, kau
berhutang penjelasan pada kami semua” ucap Hana sambil melihat kearah Minyoung.
“Penjelasan apa?
Kalian kan lebih pintar daripada aku. Kenapa kalian minta penjelasan pelajaran
padaku? ” tanya Minyoung sambil menunjukkan ekspresi wajah lugu miliknya.
Membuat Hana dan Jinri menghela napas mereka pelan.
“Bukan penjelasan
seperti itu, Minyoung sayang” ucap Jinri dengan sabar.
“Lalu yang
bagaimana?” tanya Minyoung lagi.
“Kenapa tadi pagi kau
bisa bersama dengan salah satu dari mereka?” tanya Hana.
“Salah satu dari
mereka? Siapa?” tanya Minyoung lagi.
“Kim Donghyuk” jawab
Jinri sambil berusaha sabar menghadapi perilaku dari Minyoung, begitu pula
dengan Hana.
“Ohh.. Donghyuk, aku
tadi pagi dijemput olehnya. Jadi yaa, aku ke sekolah bersama dia” ucap
Minyoung.
“Bagaimana kalian
bisa kenal?” tanya Hana lagi.
“Kemarin, saat aku
menunggu my GD di kantornya. Kita bertemu, berkenalan, dan juga berkencan
hehehe” ujar Minyoung sambil tertawa tanpa dosa.
“Ohh.. begitu” ucap
Hana dan Jinri bersama.
1 detik
2 detik
3 detik
4 detik
5 detik
“APAA?? BERKENCAN??”
teriak kedua wanita itu dengan keras, sehingga membuat beberapa murid
disekitarnya langsung menoleh kearah mereka. Sadar akan kelakuan yang
diperbuat, mereka berdua langsung membungkukkan tubuh bersama tanda ‘minta maaf’
atas kelakuan mereka.
“Bisakah kalian tidak
berteriak seperti itu? Aku hanya berkencan bukan menikah” ujar Minyoung.
“Ke..kenapa bisa
sampai berkencan?” tanya Hana lagi.
“Hana, apa yang kau
makan tadi malam? Kenapa hari ini kau kepo sekali? Sungguh berbeda dengan
kelakuan mu yang biasanya. Apa jangan-jangan kau bukan Hana sahabatku?” ucap
Minyoung sambil menatap kearah Hana dengan ekspresi terkejut. Hana? Hanya
menghela napas untuk yang kesekian kalinya.
“Minyoung sayang, ini
adalah Hana sahabat kita. Hana dan aku sangat penasaran kenapa kau bisa bersama
Donghyuk. Jadi wajarkan Hana banyak bertanya padamu. Mengerti? ” ujar Jinri
mencoba membantu Hana menghadapi kelakuan ajaib sahabat mereka ini. Minyoung menganggukan
kepala dengan keras bertanda ia mengerti dengan ucapan Jinri.
“Baiklah.. Jadi
gini.. Woo.. Donghyukk” penjelasan Minyoung terputus saat ia melihat Donghyuk
berjalan kearah mereka. Hana dan Jinri langsung mengalihkan perhatian mereka
pada satu sosok itu.
“Hai, Minyoung” sapa
Donghyuk dengan senyum menawan andalannya. Walaupun kelas ini sepi, eitss..
jangan lupakan keadaan di luar kelas yang begitu ramai dengan teriakan, saat
salah satu member iKon dengan senang hati berkunjung ke kelas ini.
“Hai, Donghyuk.
Kenapa kau kemari?” tanya Minyoung.
“Aku ingin mengajak
mu ke luar, kau tidak keberatan?” tanya Donghyuk balik.
“Asalkan ditempat
yang banyak makanannya, aku tidak keberatan sama sekali” ujar Minyoung dengan
senyum tanpa dosanya. Hal ini membuat Donghyuk semakin mengembangkan
senyumannya.
“Apapun keinginan mu
akan ku kabulkan. Ayo kita segera pergi” ucap Donghyuk sambil menarik tangan
Minyoung sehingga membuat Minyoung berdiri dari tempat duduknya.
“Hana, Jinri, kita
ketemu lagi nanti yaa. Bye.. bye..” ucap Minyoung sambil berjalan keluar kelas.
Langkah demi langkah Minyoung dan Donghyuk diiringi oleh teriakan milik seluruh
siswi disini. Ohh.. jangan lupakan kedua siswi yang sejak tadi hanya melamun
melihat interaksi kedua sosok itu.
“Kenapa aku merasa
bersyukur saat Minyoung berkencan dengan Donghyuk” ucap Jinri yang sudah
tersadar.
“Me too” ujar Hana.
“Sekarang tinggal
kita” ucap Jinri.
“Aku ingin ke taman,
kau sendiri?” tanya Hana.
“Mungkin ke ruang
vocal” ujar Jinri. Hana hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Jinri.
^^^^
Bisa dibilang sepanjang koridor SIHS
penuh dengan lautan murid disini. Tetapi hal itu tidak berarti, bila anda
menuju ke ruang vocal sekolah ini. Bukan lautan manusia yang kalian jumpai,
akan tetapi suara merdu dari piano yang akan memanjakan telinga anda. Siapa
orang yang memainkan suara piano yang sangat indah itu? Sehingga membuat murid
bernama Jinri terpaku?.
Setelah sekian lama Jinri diam
membisu mendengar lantunan piano, akhirnya ia tersadar ke dunia nyata. Dia
melanjutkan perjalanannya yang tertunda tadi menuju ke dalam ruang music
tersebut. Lantunan piano itu terdengar kembali di telinga Jinri, namun dengan
nada yang berbeda serta terdengar lebih keras daripada yang tadi. Hal itu
karena Jinri sudah sampai kedalam ruang music tersebut. Dilihatnya ada seorang
lelaki yang sedang menikmati memainkan tombol-tombol piano itu dengan hikmat.
Jinri mengenal sosok itu, tapi ia enggan untuk sekedar basa-basi menyapanya.
“Menikmati
apa yang kau lihat atau apa yang kau dengar, Lee Jinri?” tanya sosok tersebut
yang sudah menghentikan permainan nada-nada miliknya, membuat Jinri kembali
pada dunia nyata.
“Yang
ku dengar” ucap Jinri.
“Ternyata
kau lebih menyukai nada-nada itu daripada diriku. Hal ini entah kenapa langsung
membuat hatiku sakit” ujar sosok itu sambil memegang dada kirinya. Jinri? Siswi
itu hanya memutar matanya.
“Seharusnya,
tadi aku tidak terpaku pada apapun yang kau lakukan, Junhoe” ucap Jinri.
“Kau
jadi semakin err.. jahat sekali padaku, Jinri. Apa karena kau berteman dengan
mereka membuat sifatmu menjadi berubah 180’? Oh aku sungguh takut dengan
sifatmu yang sekarang” ujar Junhoe menatap Jinri dengan ekspresi takut yang
dibuat-buatnya.
“Hentikan
ekspresi berlebihan mu. Yang perlu kau tau mereka adalah sahabat ku sejak
kecil” ucap Jinri yang tanpa sengaja menatap Junhoe tajam.
“I
know I know. Dan berhentilah menatap ku seperti itu, kau kelihatan seperti ibu
tiri” ujar Junhoe. Jinri hanya menghela napas, baginya percuma berdebat dengan
sosok di depannya ini.
“Apa
yang kau lakukan di ruangan ini?” tanya Jinri mencoba mengalihkan perdebatan.
“Apakah
ada larangan aku masuk di ruangan ini?” tanya Junhoe yang bagi Jinri tidak
masuk akal.
“Aku
hanya bertanya, kenapa kau di ruangan ini, Junhoe? Dan aku tidak mengatakan
melarang mu masuk ke ruangan ini” ucap Jinri mencoba bersabar. Bagi Jinri,
Junhoe adalah perwujudan Minyoung dalam versi cowok.
“Ya
seperti tadi yang kau lihat, hanya memainkan beberapa alat music” ucap Junhoe
dengan tersenyum. Jinri hanya menganggukan kepala bertanda dia mengerti ucapan
Junhoe.
“Sebentar
lagi ulang tahun Chanwoo. Apa kau akan datang?” tanya Junhoe yang membuat Jinri
terdiam beberapa saat. Dia masih ingat betul kapan hari kelahiran mantan
kekasihnya itu. Tapi semenjak putus ia tidak pernah datang atau sekedar
memberinya ucapan selamat ulang tahun. Bukan karena ia tidak ingin datang
(malah ia selalu antusias menyiapkan gaun yang ia pakai untuk ke pesta itu),
alasannya adalah tidak adanya surat burung berlapis pita cantik yang mampir ke
padanya.
“Bolehkah
aku berharap untuk datang?” tanya Jinri tanpa sadar.
“Hei,
kenapa harus berharap? Kau bisa datang sesuka hatimu” ucap Junhoe membuat Jinri
lagi-lagi terdiam. Melamun lagi? Ya, semenjak putus dari Chanwoo, melamun sudah
menjadi kebiasaannya, karena itulah Seohyun selalu menegurnya.
“Wait
wait. Aku baru ingat, semenjak kau putus dengan Chanwoo, kau tidak pernah
datang ke pesta ulang tahunnya. Apa kau memang sengaja untuk tidak datang
kesana?” ujar Junhoe lagi.
“Apa
kata mu? Justru aku sangat ingin datang ke pestanya, kau tak tau bagaimana
diriku selalu mempersiapkan diri hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun
kepadanya” ucap Jinri spontan setelah tersadar dari lamunannya. Dengan gerakan
spontan pula ia segera menutup mulutnya menggunakan kedua tangan miliknya.
“Wooo
benarkah?” ujar Junhoe sambil tersenyum sangat tipis menyerupai seringai.
“Ahh
tidak tidak, lupakan ucapan ku yang tadi. Mungkin aku harus pergi dari sini” ucap
Jinri lalu berbalik ke arah pintu masuk pergi.
“Datanglah
ke pestanya. Aku yakin dia pasti sangat menyukai kehadiran mu” ucap Junhoe
dengan keras agar bisa terdengar oleh Jinri yang sudah berada di luar ruangan.
^^^^
Atap sekolah, bangunan paling atas
sekolah ini mungkin menjadi salah satu favourite banyak murid di sekolah. Udara
yang langsung menerobos ke kulit serta pemandangan yang sangat memanjakan mata
itulah alasan mengapa bangunan ini menjadi favourite. Tapi bagi salah satu
siswa SIHS ini, ada alasan lain kenapa ia sangat menyukai berada lama-lama di
atap sekolah. Karena alasan itulah, Bobby (sapaan akrab siswa itu) betah
berlama-lama berada di atap sekolah ini.
Matanya sibuk menyapu pemandangan
yang berada di bawah atap sekolah ini. Setelah sekian lama, akhirnya mata elang
miliknya berada tepat pada satu sosok wanita yang ia cari sejak tadi.
^^^^
Bobby
pov.
Love at first sight. Mungkin banyak
orang yang tidak percaya dengan kalimat itu. Tapi bagiku, kalimat itulah yang
selama ini ku rasakan. Dulu, mungkin aku hanya menganggap ini sabagai rasa
ketertarikan ku saja padanya. Tapi semakin lama aku mulai sadar, bahwa selama
ini aku mencintai dirinya sejak pandangan pertama. Karena itulah aku rela
disebut playboy di sekolah ini.
“Harus
berapa banyak wanita lagi yang ku ajak kencan agar kau memperhatikan ku?” tanya
ku pada sosok yang ku tatap dari atas ini. Pengecut? Kata itu mungkin pantas
untuk ku. Bila aku menceritakan hal ini kepada semua orang, tidak butuh 5 menit
aku yakin mereka langsung mengataiku dengan kata itu.
“Tangga
dan koridor sekolah menuju ke taman belakang, seingat ku tadi sepi” kata seseorang
yang ku yakini ia adalah wanita, menyadarkan aku untuk kembali ke dunia nyata
ini. Ku alihkan perhatian ku kearah samping dimana sosok itu berada. Benar
dugaan ku, ia adalah wanita dan ku bahkan sangat mengenalnya.
“Apa
maksud mu, Yoojung?” tanya ku pada wanita di sampingku.
“Daripada
kau terus menerus memandanginya, lebih baik kau menghampirinya dan mengajak dia
berkenalan. Simple bukan?” ucap Yoojung sambil memandang lurus ke depan dengan
senyum yang mengembang.
“Sangat
simple bagimu, tetapi tidak bagiku” ujar ku sambil memandang kembali ke bawah
tepat pada sosok wanita yang ku cintai.
“Lalu,
kau akan terus menjadikan aku kekasih bohongan mu. Oh My Godd.. kalau kau bukan
saudara ku, sudah kupastikan Seunghoon akan membunuhmu karena sudah berani
memperalat kekasihnya” kata Yoojung yang menurutku sedikit berlebihan.
“Memperalat?
Sepertinya otak mu sedikit miring Yoojung. Bukannya waktu itu kau yang langsung
menyetujui usulan dari Yunhyong” ujar ku tanpa melihatnya.
“Baiklah
baiklah. Kata memperalat akan aku hapus” ucap Yoojung yang terdengar seidikit
kesal. Setelah itu, aku lebih memilih diam memperhatikan wanita manis itu
daripada menjawab ucapan Yoojung.
“Menurut
ku, Hana suka atau mungkin cinta pada mu” ujar Yoojung yang membuat aku
tersadar dari dunia ilusi.
“Benarkah?”
tanya ku sambil melihatnya.
“Apa
untungnya aku bohong kepada mu, my brother ehmm” ucap Yoojung sambil tersenyum
melihat ku.
“Hahaha..
impossible” ucap ku dengan nada mengejek. Ku lihat Yoojung hanya tersenyum yang
pasti menurut Seunghoon manis.
“Di
dunia ini tidak ada yang tidak mungkin” ucap Yoojung yang membuat ku menaikan
alis tebal ku bertanda aku tidak mengerti ucapan dia.
“Mungkin
selama ini Hana bersikap acuh terhadap apapun mengenai dirimu. Tapi, apa kau
tau isi hatinya? Aku adalah wanita dan aku tau bagaimana sifat wanita yang lagi
jatuh cinta atau pun suka pada lawan jenis” ucap Yoojung. Setelah itu, muncul
satu pertanyaan dalam benakku.
‘Benarkah
apa yang Yoojung di katakannya? Dan benarkah dia menyukai ku?’. Belum sempat
aku menerka nerka jawaban dari pertanyaan ku sendiri, tiba tiba Yoojung
mendekat kearah ku dan membisikan aku sebuah kalimat.
“Sadarlah!
kita harus menjadi artis professional, my brother” ucap Yoojung.
^^^^
Author
pov.
Bila semua siswa SIHS
bersenang-senang dengan oksigen kebebasan ini. Lain halnya dengan siswi yang
memiliki nama Kim Seohyun, ia lebih memilih menghabiskan seluruh oksigen
kebebasan dengan berlatih keras meraih impiannya. Mungkin kali ini dia harus
mengucapkan banyak terima kasih kepada semua guru di SIHS, karena hari ini ia
terbebas dari salah satu tim disipliner yang sudah ia cap ‘parasit’ di hidupnya.
Prok.. Prok.. Prok.. suara tepukan
tangan seseorang mengiringi berakhirnya gerakan yang dilakukan Seohyun. Ohh
terima kasih kepada kaca yang membentang luas pada ruangan ini, karena ia bisa
langsung mengenali sosok itu melalui pantulan kaca di depannya. Rupanya Seohyun
enggan menyapa sosok itu, dan lebih memilih mengambil sebotol air mineral.
“Ternyata
tidak sia sia kau membolos. Hasilnya sangat memuaskan” ucap sosok itu sambil
mendekat kearah Seohyun yang sedang meneguk minuman.
“Daripada
kau berbicara omong kosong, lebih baik kau pergi dari sini, Hanbin” ucap
Seohyun yang selesai meneguk minumannya pada sosok yang ternyata salah satu
idola sekolah ini.
“WOW..
rupanya sifat galak mu tidak berubah, Seohyun” ucap Hanbin yang membuat Seohyun
hanya memandang tajam kearahnya.
“Sloww
girl.. aku kesini hanya ingin menemui pasangan di kelas dance ku dulu” ucap
Hanbin sambil tersenyum.
“Kalau
tidak ada urusan lain lebih baik kau pergi karena aku sungguh tidak ada waktu
untuk mengurusi mu” ucap sarkastik Seohyun.
“Oke
okee.. aku lupa kalau kau tak suka basa basi. Baiklah, tujuan ku kesini selain
melihat mu, aku juga ingin menyampaikan berita penting dari sekolah” ucap
Hanbin.
“Lalu
hubungannya dengan ku apa” ujar Seohyun.
“Aku
memilih mu untuk mewakili Dance Competition in Seoul untuk sekolah kita” ucap
Hanbin dengan tersenyum.
“Kenapa
harus aku?” ujar Seohyun.
“Karena
aku tau kau adalah yang terbaik dalam hal ini. Ahh aku lupa memberi mu satu hal
penting, competisi ini mengharuskan mu berpasangan dan aku juga sudah
menentukan pasangan mu” ujar Hanbin membuat Seohyun menautkan alisnya.
“Aku
tidak mau. Kenapa tidak kau saja yang maju mewakili sekolah” ucap Seohyun.
“Apa
kau tidak ingat dengan kaki ku waktu itu? Dan sejak saat itu aku tidak bisa
ngedance dengan sempurna seperti sebelumnya” ucap Hanbin. Seohyun hanya diam
membisu setelah Hanbin menyelesaikan ucapannya.
“Alasan
kau menolak ini, apa karena kau takut kalah, Kim Seohyun? Kalau benar, berarti
selama ini aku salah menilai dirimu, Kim Seohyun” ucap Hanbin dengan tersenyum
menyeringai yang menyulut emosi seorang Kim Seohyun.
“Kau..
baiklah aku akan mewakili sekolah ini dan akan ku buktikan padamu kalau aku
sama sekali tidak takut dengan kata ‘kalah’” ucap Seohyun dengan menatap tajam
Hanbin. Sedangkan Hanbin hanya tersenyum puas.
“Inilah
Kim Seohyun yang ku kenal. Jadwal latihan mu dengan pasangan mu akan ku atur.
Baiklah aku pergi dulu, istirahatlah agar badan mu lebih fit” ucap Hanbin
dengan tersenyum lalu berbalik menuju pintu keluar.
“Siapa
pasangan ku?” tanya Seohyun yang berhasil membuat langkah Hanbin terhenti.
“Kau
akan tau nanti” ucap Hanbin dengan tersenyum misterius tanpa melihat Seohyun.
^^^^
TBC
Tidak ada komentar:
Posting Komentar